Minggu, 22 Maret 2009

Go with FP UB


Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya adalah salah satu perguruan tinggi negeri favorit utamanya di Jawa Timur. Berbagai terobosan telah dilaksanakan untuk mengembangkan mutu pendidikan agar dapat mengangkat dunia pertanian lebih maju mengingat negara tetangga kita begitu gigih dalam hal riset.

Sabtu, 21 Maret 2009

Sambutan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Salah Satu Perkembangan teknologi yang sangat menarik di abad ini adalah "Teknologi Informasi" melalui jaringan Internet. Dalam hal ini, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya tidak ingin ketinggalan kereta. Melalui sistem jaringan Internet Universitas Brawijaya B maka kini Fakultas Pertanian Unibraw dapat merelease berbagai informasi berkaitan dengan pelaksanaan proses belajar-mengajar dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi bidang akademik, kemahasiswaan, penelitian, ataupun pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah informasi berbagai IPTEK yang dihasilkan oleh Fakultas Pertanian sebagai implementasi dari kegiatan berinteraksi dengan pihak-pihak luar, baik dalam negeri (lokal,regional, nasional) maupun luar negeri.
Diharapkan dalam waktu dekat melalui website Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya: fp.brawijaya.ac.id  masyarakat luas dan stake holder  dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan serta dapat menciptakan hubungan sinergistik satu sama lain, sehingga di masa-masa mendatang akan membawa kemajuan bersama.
Atas nama Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada UPPTI Universitas Brawijaya, yang telah membantu menyiapkan materi dan iktu me-launching website ini. Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua. Amin.

Dekan Fakultas Pertanian
Prof. Dr. Ir. Sumeru Ashari, M.Agr.Sc

Sejarah Universitas Brawijaya

Fakultas Pertanian didirikan pada tanggal 10 Nopember 1960, di bawah naungan Universitas Kotapraja Malang. Sejak 11 Juli 1961, melalui kawat Presiden Republik Indonesia Nomor 258/K/1961, nama universitas ini diubah menjadi Universitas Brawijaya.
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya diberi status negeri dengan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 92 tertanggal 1 Agustus 1962, dan terhitung mulai 1 Juli 1962 berada di bawah naungan Universitas Airiangga Surabaya. Selanjutnya sejak 5 Januari 1963, Universitas Brawijaya diberi status negeri melalui Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 1 tahun 1963. Fakultas Pertanian yang sebelumnya berada di bawah naungan Universitas Airlangga, dikembalikan lagi kepada Universitas Brawijaya.
Sampai dengan tahun 1974, Fakultas Pertanian memiliki dua jurusan, yaitu Jurusan Teknik Pertanian dan Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Pada tahun 1975 diadakan perbaikan dan penyempurnaan sistem pendidikan, yaitu dengan menerapkan sistem kredit semester. Pada tahun itu pula pembagian jurusan disempurnakan dan disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan,
sehingga dibuka empat jurusan, yakni Jurusan Agronomi, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Jurusan Proteksi Tanaman dan Jurusan limu Tanah.
Pada tahun 1978 kembali terjadi perubahan sistem pendidikan yang cukup besar, yaitu dengan dimulainya Sistem Pendidikan Sarjana Pertanian berbeban 144 sks yang dapat ditempuh dalam waktu 4 tahun. Bersamaan dengan perubahan di Fakultas Pertanian, terjadi pergantian nama jurusan, yaitu Jurusan Budidaya Pertanian (sebelumnya Agronomi), Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan (sebelumnya Proteksi atau Perlindungan Tanaman), Jurusan Tanah, dan Jurusan Teknologi Pertanian.
Pada tahun 1984 telah didirikan Program Diploma III Pertanian dan Perkebunan. Pada tanggal 17 Maret 1990 Ditjen Dikti telah mengeluarkan Surat Keputusan No. 14/Dikti/Kep/1990 tentang pembentukan Program Diploma III Produksi Tanaman, yang menyatukan Diploma III Perkebunan dan Diploma III Pertanian. Pembentukan Diploma III Program Studi Agribisnis Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berdasarkan Keputusan Dirjen Dikti No. 230/DIKTVKep/1999 tertanggal 18 Mei 1999. Sampai saat ini, Diploma III Fakultas Pertanian mengeloia tiga Program Studi yaitu Produksi Tanaman Hortikultura (sebelumnya PS Produksi Tanaman), PS Agribisnis dan PS Arsitektur Pertamanan.
Sejak tahun 1995, penerimaan mahasiswa baru Program S-1 Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya langsung pada program studi yang sebelumnya baru dijuruskan pada semester lima. Pada tahun 1996 berdasarkan instruksi Rektor Universitas Brawijaya, Fakultas Pertanian membuka Program S-1 Ekstensi untuk semua Program Studi yang ada. Pada tahun 1997 di Fakultas Pertanian telah dibuka PS baru yaitu PS Pemuliaan Tanaman berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 78/DIKTi/Kep/1 997.
Berdasarkan SK Mendikbud No. 0124/O/1998 tertanggal 26 Januari 1998, Jurusan Teknologi Pertanian yang sejak pembentukannya berada di Fakultas Pertanian resmi dikelola tersendiri menjadi Fakultas Teknologi Pertanian.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya sarnpai dengan sekarang adalah sebagai berikut :
(1) Prof.Dr.1r.Moeijadi Banoewidjojo (almarhum) (1960-1969)
(2) Prof.1r. Baskoro Winarno (almarhum) (1969-1976)
(3) Prof. Dr.H. Soetono, M.Agr-Sc, (almarhurn) (1976-1982)
(4) Prof.Ir. Soemarjo Poepodarsono, M.Agr.Sc. (1982-1985)
(5) Prof.Dr.Ir.H. Suwarno Notodimedjoimedjo (almarhum) (1985-1988)
(6) Prof.Dr.1r. H. Bambang Guritno (1989-1995)
(7) Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (1995-2000)
(8) Prof. Dr. Ir. Syekhfani, MS. (2001-2005)
Sampai dengan Juli 2001, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya memiliki 133 orang dosen tetap yang terdiri dari 25 orang Guru Besar, 39 orang Doktor, 60 orang Master atau Magister, dan 9 orang Sardjana Pertanian atau Sarjana dari berbagai bidang. Dosen tidak tetap berjumlah 84 orang terdiri dari 11 orang Doktor, 43 orang Master atau Magister dan 16 orang Sarjana. Jumlah karyawan administrasi sebanyak 115 orang (50 orang berstatus PNS), Tenaga honorer 59 orang. Sampai bulan Juli 2002 Fakultas Pertanian telah meluluskan Sarjana S-1 Reguler sebanyak 4.614 orang, S-1 Non Reguler sebanyak 273 orang dan Program Diploma III Pertanian sebanyak 2.176 orang.

Jumat, 20 Maret 2009